Oleh: colida | 11 April 2010

Pop Art !

Istilah Pop Art pertama kali lahir dari pena seorang kritikus Inggris, Lawrence Alloway pada akhir 1950an untuk menggambarkan apa yang ia lihat sebagai perubahan atidunal kontemporer pada subjek dan teknik seni. Bukannya berisi content-content langka seperti cerita bible, mitos, atau legenda yang secara tradisional sering menjadi subjek seni murni, dalam Pop art yang menjadi inspirasi adalah budaya barat sebagai pemasaran perusahaan.

Mulai merebak di Inggris pertengahan 1950an dan di Amerika pada awal 1960an, Pop art fokus pada objek yang sering ditemukan sehari-hari dibuat dengan adopsi seni komersial. Sementara itu para seniman juga banyak mengadaptasi budaya populer seperti film layar lebar, komik, iklan, dan yang paling banyak, televisi.

Walaupun Andy Warhol bukanlah seniman pertama yang mengadaptasi iklan menjadi sebuah seni, sampai saat ini ia diakui sebagai praktisi pop art terbaik. Dengan karyanya, “200 Campbell’s Soup Cans” (1962) dan “Marylin Monroe Diptych” (1962), Warhol mencoba mengangkat reproduksi mekanis dari status seni murni.

Sama halnya dengan seniman Roy Lichtenstein yang mengadaptasi strip komik di masa mudanya sebagai inspirasi dari karyanya yang menggambarkan action drama sensasional yang dibuat dengan printer dot murah yang diperbesar. Karyanya ini sangatlah sukses.

Pop art didesain berdasarkan masyarakat dan untuk masyarakat, walaupun hanya bisa dibuat oleh orang-orang tertentu. Popularitas pop art kemudian memudar di akhir era 60an setelah munculnya seni abstrak ekspresionis, namun kini pop art sudah mulai diminati lagi dan popularitas dua aliran seni itu kini sangat hebat.

POP Art merupakan seni visual yang dipengaruhioleh gambar serta tekhnik dalam dunia periklanan pada abad 20, biasanya mengenai sifatkonsumtif dan kultur pop pada masa lalu.Pada perkembangannya Pop Arttelah berubah menjadi sebuah cabang seni visual baru yang memiliki ciri khas unik. Seperti penggunaan objek sehari-hari sebagai tema utamanya (papan iklan, lampu, tokoh politik, penyanyi pop dan lain sebagainya).

Ciri khas pop art adalah penggabungan photo serta permainan warna yang berani, kadang juga disertai penggunaan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan si pembuatnya. Desain pop art seringkali menggunakan text berukuran besar dengan stroke yang tebal.

Contoh Pop art :

dan yg terakhir ini karya gue sendiri🙂

>http://denieyla.blogspot.com

>http://forum.megaxus.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: